Selasa, 22 Februari 2022

LAUTAN SAMPAH

     

Oleh : Putri Erni R

    Di Indonesia mungkin sudah sering mendengar istilah lautan sampah, lautan sampah yaitu sungai atau aliran air yang tertutupi dengan sampah sampah sehingga menutupi sungai atau aliran air. 

    Lautan sampah ini sudah terjadi bertahun tahun dahulu hingga sekarang. Pemerintah sudah menyediakan banyak tempat sampah, mobil pengangkut sampah dan menghimbau untuk membuang sampah pada tempatnya, namun tetap saja lautan sampah ini sangat susah untuk dihilangkan. 

    Entah apa yang membuat masyarakat lebih memilih untuk membuang sampah di sungai ataupun aliran air lainnya dibandingkan dengan tempat sampah. Padahal dengan menumpuknya sampah di sungai dan aliran air akan membuat banjir ketika hujan karena airnya tersumbat sampah dan tidak bisa mengalir

    Di Indonesia sering terjadi banjir dikarenakan banyaknya saluran air yg tersumbat sehingga air hujan tidak bisa mengalir, bahkan banjir yang terjadi bisa mencapai betis ataupun pinggang orang dewasa. 

    Jika sudah banjir seperti itu masyarakat akan menyalahkan pemerintah yang tidak punya solusi. Padahal masalah sebenarnya ada pada diri mereka masing masing, dengan mereka yang masih membuang sampah sembarangan, tidak peduli dengan lingkungan sekitar, membuang sampah di sungai akan membuat bencana banjir akan sering menghampiri daerah daerah di Indonesia. 

    Maka dari itu ayo kita membuang sampah pada tempatnya, agar bencana banjir ini jarang menghampiri kita, selain itu kita juga harus membersihkan sungai ataupun alirian air yang dipenuhi sampah agar tidak ada lagi lautan sampah.



Rabu, 16 Februari 2022

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Pangkalpinang

 


SMK NEGERI 1 PANGKALPINANG

Oleh : Putri Erni R

    Siapasih yang tidak tahu dengan SMK Negeri 1 Pangkalpinang? sekolah yang dulunya dipanggil smea ini  merupakan satu-satunya sekolah yang berada ditengah tengah Kota Pangkalpinang, letak sekolah ini sangat strategis tepatnya berada di Jalan Merdeka No 90 Kec. Taman Sari, Kel. Batin Tikal. Sekolah ini mempunyai 4 jurusan yang berbasis manajemen bisnis yaitu Multimedia (MM), Akuntansi Keuangan dan Lembaga (AKL), Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP), dan yang terakhir jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP). Pada tahun 2021 SMK Negeri 1 membuka satu kelas lagi untuk jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran kelas 10, sehingga sekarang jumlah seluruh kelas menjadi 25 kelas dengan 36 orang disetiap kelasnya .

    Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang sering ditujui oleh anak anak yang akan lulus sekolah menengah pertama yang ingin meneruskannya ke sekolah menengah kejuruan, ingin mengembangkan keahliannya dibidang tertentu, dan tentu saja ditujukan bagi siswa yang ingin langsung bekerja. Selain diminati oleh siswa siswi SMP yang akan lulus, sekolah ini juga banyak diminati oleh orang tua. Banyak orang tua yang berharap anaknya akan bersekolah disekolah dan menjadi lulusan dari sekolah ini.

    Sebagai salah satu sekolah yang sudah berdiri cukup lama tentu saja ada banyak prestasi prestasi yang dicapai oleh sekolah ini bahkan sampai ke tingkat nasional salah satunya yaitu SMK Negeri 1 Pangkalpinnag merupakan Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional.pada tahun 2012. Tidak heran banyak anak anak bahkan orang tua yang berharap anak mereka dapat bersekolah di sekolah yang terkenal se kota Pangkalpinang ini.

    Sebagai salah satu sekolah favorit se kota Pangkalpinang tentu saja ada banyak peraturan peraturan ketat yang diterapkan pihak sekolah, seperti para siswa yang membawa motor diwajibkan mendorong motornya dari gerbang masuk sampai ke area parkiran sekoah, kaos kaki sekolah wajib setengah betis, bagi yang tidak berhijab diwajibkan memakai hainet, dan sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang tidak membolehkan para siswa untuk membawa HP.

    Dikarenakan peraturannya yang ketat itulah SMK Negeri 1 Pangkalpinang menjadi sekolah favorit, dan selalu menjadi sekolah kejuruan yang paling banyak diminati disetiap tahunnya. Sebagai salah satu siswa yang bersekolah di sekolah favorit se kota Pangkalpinang saya berharap SMK Negeri satu dapat terus mempertahankan prestasi prestasinya, terus berkembang dan menjadi sekolah yang banyak mengeluarkan siswa siswi berprestasi dan berbakat pada bidangnya masing masing.









  


Selasa, 08 Februari 2022

PERANG KETUPAT BANGKA BELITUNG



    Perang Ketupat merupakan salah satu tradisi atau ritual yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sesuai dengan namanya, acara adat ini berlangsung dengan kondisi peserta saling melempar ketupat sebagai senjata dalam perang ketupat. Tradisi ini masih sering dilakukan sampai sekarang dan sering disebut dengan istilah ruah Tempilang. Acara ini biasa digelar setiap masuk Tahun Baru Islam (1 Muharam) di Pantai Tempilang, Desa Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

    Selain itu, acara ini juga digelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan juga digelar pada bulan ruwah atau bulan Sya`ban dalam kalender Hijriyah. Biasanya dimulai pada tanggal 15 Sya`ban atau minggu ketiga dibulan tersebut.

    Menurut sejarahnya perang ketupat bermula pada tahun 1883, hal ini berarti tradisi ketupat sudah berlangsung selama 137 tahun, bertepatan dengan terjadinya letusan gunung berapi Krakatau. Perang ketupat ini pertama kali terjadi di Benteng Kota yang dilakukan oleh kepala Suku atau Dukun kampung yang bernama Dimar (akek aren). Dukun berasal dari Desa Pengamun dan mempunyai beberapa pengikut yaitu akek bey, akek lungkat, akek berubak, akek iri, dan mak miak.

    2 Benteng Kota yang menjadi lokasi pertama diadakannya Perang Ketupat di percaya merupakan salah satu peninggalan bajak laut atau lanon. Akan tetapi seiring waktu arena Perang Ketupat ini berpindah ke wilayah Tempilang tepatnya di Desa Air lintang, lantaran terdapat pesisir Pantai Pasir Kuning.

    Menurut sejarahnya, kampung Tempilang dihuni oleh kaum pribumi yang menetap secara berkelompok lantaran takut dijajah oleh bajak laut (lanon). Akan tetapi lantaran banyaknya penduduk yang mengosongkan tempat tinggalnya dan memilih tinggal di kebun, kampung Tempilang hanya sekedar kaum perempuan sehingga mudah diserang oleh bajak laut. Setelah mendapatkan berita bahwa kampung tempilang diserang oleh bajak laut, para lelaki yang tinggal di kebun kembali ke kampung. Para lelaki di sana merupakan para jagoan silat mereka ingin melawan para bajak laut (lanon) itu. Para pesilat itu ialah kakek Bey, kakek Lungkat, kakek Berubak, kakek Iri, dan salah satu pesilat perempuan yaitu mak Miak, sehingga membuat mereka marah kedatangan para bajak laut (lanon) yang ingin menjajah kampung Tempilang. 

    Para pesilat bersatu untuk melawan para bajak laut (lanon) sehingga bajak laut itu pergi dan meninggalkan kampung Tempilang. Tidak lama dari penjajahan itu, di kampung Tempilang banyak anak perempuan yang diambil dan dimakan oleh siluman buaya yang membuat keadaan sangat mencekam. Sehingga dari kejadian itu, masyarakat dan para tokoh adat ini berinisiatif membentuk suatu persatuan supaya kampung Tempilang ini menjadi kokoh untuk kehidupan masyarakat, dan melakukan ritual bersama agar terhindar dari musibah dan terbentuklah sebuah perang ketupat.

    Upacara Perang Ketupat memakan waktu selama dua hari. Pada hari pertama, upacara dimulai pada malam hari dengan menampilkan beberapa tarian tradisional mengiringi sesaji untuk makhluk halus yang diletakkan di atas penimbong atau rumah-rumahan yang dibuat dari kayu menangor.Para dukun kemudian memulai upacara.

    Di dari kedua, sebelum dimulainya upacara Perang Ketupat, masyarakat Tempilang lebih dulu menyelenggarakan acara Nganggung di Masjid Jami' Tempilang. Selanjutnya, upacara Perang Ketupat dilakukan di Pantai Pasir Kuning. Upacara diawali dengan menampilkan Tari Serimbang. Pelaksanaan upacara Perang Ketupat ini dilaksanakan menjelang bulan puasa (Ramadhan).
  
    Nilai-nilai yang ada dalam tradisi Perang Ketupat adalah nilai agama yang mencakup nilai aqidah, nilai syariah, dan nilai akhlak.Nilai budaya yang tercermin dalam beberapa hal, yakni pantangan tiga hari, menghanyutkan perahu, dukun tidak boleh mempublikasikan nama-nama makhluk halus dan nilai sosial yang mencakup gotong royong dan kebersamaan. Sedangkan fungsi dari tradisi Perang Ketupat secara garis besar adalah sebagai kebersamaan sosial dan aset pariwisata.








INDAHNYA AIR TERJUN MARUYAN DI DESA BERBURA, KECAMATAN RIAUSILIP

Resume Artikel 

Judul : Indahnya Air Terjun Maruyan di Desa Berbura, Kecamatan Riausilip

Narasumber : Arya Bima Mahendra 


    Pulau Bangka memang selama ini terkenal karna wisata pantainya yang indah. Memiliki berbagai macam pantai pantai eksotis yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan luar kota sebagai destinasi favorit. Tapi ternyata selain mempunyai keindahan pantainya, Pulau Bangka ini ternyata punya mempunyai beberapa wisata air terjun yang tak kalah menarik dan indah.

        Salah satunya adalah Air Terjun Maruyan yang terletak di Desa barbura, Kecamatan Riausilip, Kabupaten  Bangka. Sama seperti wisata lainnya Air Terjun Maruyan ini juga menampilkan keindahan alam yang masih asri dengan tumbuhan hijau disekelilig, udara nya yang dingin menambah sejuk suasana dan akan sangat menyenangkan siapapun yang akan datang.

        Berjarak sekitar 1-1,5 jam dari pusat Kota Pangkalpinang, Air Terjun ini sangat cocok dikunjungi untuk liburan bersama keluarga ataupun sekedar untuk menghilangi penat dari kegiatan sehari hari.

        Airnya yang dingin nan jernih membuat Air Terjun Maruyan sering didatangi oleh wisatawan baik dari Pulau Bangka Maupun dari luar Pulau Bangka yang ingin berenang, main air ataupun sekedar foto foto saja. Spot pemandian di Air Terjun ini sangat luas dan cukup dalam, namun tetap aman untuk berenang. Disana juga terdapat spot air terjun yang lebih kecil dan tidak terlalu dalam yang menjadi tempat anak anak kecil bermain air ataupun berenang.

        Didalam perjalanan mencapai puncak Air Terjun Maruyan akan banyak ditemui anak air terjun yang tetap bagus dan cocok untuk disinggahi. Tak hanya itu, Air Terjun Maruyan juga memiliki pemandangan yang sangat indah sehingga sangat pas untuk dijadikan tempat mengabadikan momen bersama keluarga maupun teman.

        Tidak ada biaya tiket masuk untuk mengunjungi Air Terjun Maruyan ini, pengunjung hanya perlu membayar Rp 10.000 saja sebagai biaya penitipan motor kepada pengelola destinasi wisata air terjun tersebut. Oleh karena itu, jika ingin mengunjungi lokasi ini lebih disarankan menggunakan kendaraan roda dua karena jalannya sempit dan tidak terlalu bagus.

        Namun, jika terpaksa menggunakan kendaraan roda empat pengunjung bisa menyewa jasa ojek dari jalan raya menuju basecamp pendakian air terjun yang jaraknya sekitar 20 menit perjalanan. Sebelum mengunjungi wisata ini pengunjung disarankan agar datang dengan kondisi fisik yang prima.

        Dikarenakan kita harus mendaki sekitar 45-60 menit lamanya dengan trek yang cukup licin dan terjal. Bekal berupa makanan dan minuman merupakan hal yang wajib dibawa ketika mendaki karena dapat dipastikan pendakian ke puncak Air Terjun Maruyan akan menghabiskan banyak tenaga yang membuat tubuh membutuhkan asupan yang cukup. Namun didekat sekitar air terjun sudah disediakan toilet, ruang ganti serta musala bagi pengunjung yang ingin menginap ataupun sekedar bersantai santai yang lama. 


                 

 

 



Selasa, 26 Maret 2019

BIOGRAFI DEPATI AMIR

RIWAYAT HIDUP DAN P[ERJUANGAN DEPATI AMIR

Nama lengkap       : Amir
Gelar                     : Depati
Panggilan              : Depati Amir
Profesi                   : Pemimpin Perjuangan Rakyat Bangka, Pahlawan Nasional
Tempat Lahir         : Mandara, Pulau Bangka
Tahun Lahir           : Tahun 1805 Masehi
Tempat Meninggal : Kupang, Nusa Tenggara Timur
Tahun Meningggal : 28 September 1869 Masehi
Nama Ayah            : Depati Bahrin bin Depati Karim atau dipanggil Bahren
Nama Ibu               : Dakim
Nama Istri              : Janur

Hasil gambar untuk depati amirPada 17 Desember 1848, Belanda yang dipimpin oleh Administratur Distrik Pangkalpinang Letnan Campbell dan dibantu oleh Hoofd Jaksa Abang Arifin berusaha menangkap Depati Amir dirumah Demang Abdurrasyid di daerah Sungai Rangkui.
Upaya tersebut gagal karena Depati Amir berhasil meloloskan diri dari penyergapan. Namun ibu Depati Amir, yakni Dakim bersama putra angkatnya Baudin, saudaranya Ipah dan empat orang pengikutnya berhasil ditangkap oleh empat orang batin dari Distrik Pangkalpinang, yakni Batin Mendobarat, Batin Mendotimur, Batin Merawang dan Batin Penagan.
Gagalnya penangkapan atas dirinya dan penangkapan keluarga serta perlakuan Belanda yang terus menyengsarakan rakyat Bangka, membuat Depati Amir mulai melakukan perperangan hampir meliputi seluruh wilayah Pulau Bangka.
Dengan dibantu adiknya Hamzah atau Cing yang masih berusia 19 tahun sebagai panglima perang dan para demang dan batin di Pulau Bangka membuat perlawanan rakyat yang dipimpin Depati Amir terus meluas.
Selain itu Depati Amir juga mendapat bantuan dari kepala parit penambangan timah, orang-orang China, para lanun atau perompak laut dari Lanao Mindanao, kerajaan Lingga dan Kesultanan Palembang Darussalam.
Kewalahan dengan perlawanan rakyat Bangka yang dipimpin Depati Amir membuat Belanda mengerahkan 245 perwira dan bintara bangsa eropa serta 339 bintara orang Indonesia dan pasukan Belanda dari Palembang dan Batavia.

Belanda juga mengerahkan tentara bayaran dan penjahat dalam peperangan. Tak cukup sampai disitu, pasukan Afrikaansche Flank-Kompagnie dan kapal perang uap yakni kapal uap Bromo dan Tjipanas juga dikerahkan.
Kemampuan Depati Amir dalam menyusun strategi perang dan mengkoordinasikan pasukan membuat Belanda resah karena selalu kalah. Berbagai taktik licik Belanda untuk menangkap Depati Amir terus mengalami kegagalan.
Perang Depati Amir juga berhasil menyatukan orang China dan pribumi dalam menghadapi kolonial Belanda.


LAUTAN SAMPAH

       Oleh : Putri Erni R      Di Indonesia mungkin sudah sering mendengar istilah lautan sampah, lautan sampah yaitu sungai atau aliran ai...